Tuesday, July 16, 2024
fr_slider

Welcome Jun

0

Pembukaan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 11

Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 11 resmi dibuka pada hari Kamis, 13 Juni 2024 secara langsung melalui Platform Zoom Meeting dan kanal Youtube Ditjen GTK, Kemeterian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Acara pembukaan dihadiri oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Sekretaris dan para Direktur di lingkungan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, para Kepala Daerah, serta para pemangku kepentingan pendidikan di Indonesia.

Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Dr. Kasiman, hadir memberikan laporan kegiatan. Kasiman menyampaikan bahwa Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 11 dijalankan dengan 4 (empat) moda yaitu PGP Reguler, PGP Daerah Khusus, PGP Rekognisi, dan PGP Intensif, serta diikuti oleh 32.279 calon guru penggerak dari seluruh Indonesia di mana mereka akan menjalani pendidikan selama 6 bulan meliputi pembelajaran daring, lokakarya, dan pendampingan individu. Selain itu, PGP Angkatan 11 melibatkan 5914 pengajar praktik, 2763 fasilitator, dan 600 instruktur.

Acara pembukaan juga diisi dengan kisah inspiratif Perjalanan Guru Penggerak, yaitu Guru Penggerak Angkatan 1 dari Pekanbaru, Ibu Zuraida, M.Pd., yang telah menjadi Kepala SMP Negeri 43 Pekanbaru, Kabupaten Riau.

Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 11 dibuka oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui Pendidikan Guru Penggerak (PGP) akan melahirkan generasi baru pemimpin Pendidikan Indonesia. Nunuk berpesan agar para CGP senantiasa bersabar dan tetap termotivasi dalam menempuh Pendidikan selama 6 bulan dan berharap dukungan penuh dari para Kepala Daerah dan Kepala Dinas Pendidikan kepada guru-guru dalam mengikuti proses Pendidikan Guru Penggerak. Dengan harapan Pendidikan Guru Penggerak dapat melahirkan pembaharu untuk menjawab tantangan baru, dan para cgp mampu memberikan keberadaan yang bermakna, berdampak positif, dan nyata demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas, serta mendorong terwujudnya merdeka belajar di satuan pendidikannya masing-masing.

Acara pembukaan dilanjutkan dengan Orientasi Program Angkatan 11 yang diselenggarakan secara serentak di masing-masing daerah dengan Balai Guru Penggerak sebagai penyelenggaranya. Pada sesi pembukaan orientasi di Provinsi Kalimantan Timur, mengundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi dan Kabupaten/Kota sasaran, kepala sekolah, pengawas sekolah, fasilitator, pengajar praktik, dan calon guru penggerak.

Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Timur hadir dan memberikan arahan. “Program Guru Penggerak dibentuk untuk memperbanyak agen-agen perubahan dan para pemimpin pembelajaran, tidak hanya untuk merubah mindset tapi juga diharapkan para calon guru penggerak mampu mengimplemetasikan di sekolah masing-masing demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Dan tak lupa untuk terus bersinergi dengan kepala sekolah dan pengawas. Serta memaksimalkan potensi agar tidak pantang menyerah dalam menghadapi tantangan sehingga hasil yang diharapkan optimal dan berdampak”, ungkap Wiwik Setiawati, M.Pd.

Sesi orientasi juga menghadirkan narasumber dari BGP Provinsi Kalimantan Timur yang memaparkan tentang Orientasi Pelaksanaan PGP Angkatan 11, Penilaian Kinerja dan Lapor PGP, serta Orientasi LMS PGP.

RELATED ARTICLES

Most Popular