Tuesday, June 25, 2024
fr_slider

Welcome Jun

0

MENINGKATKAN KOMUNIKASI DENGAN ANAK MELALUI DONGENG – Bagian 3

MANFAAT MENDONGENG DAN BERCERITA

Bercerita sebagai metode untuk mendidik sebenarnya sudah lama ada dan dipraktekkan. Jika kita perhatikan, dalam kitab-kitab suci agama pun Tuhan menggunakan kisah-kisah untuk membimbing umat manusia. Indonesia sebenarnya juga kaya dengan budaya bercerita atau mendongeng. Kisah-kisah dari cerita rakyat sangatlah banyak, bahkan buku-buku cerita karangan anak negeri juga tidak sedikit.

Seorang peneliti bernama David Mc Clelland pernah membandingkan dua negara besar, yaitu Inggris dan Spanyol pada abad ke-16. Kedua negara tersebut mengalami perubahan dan perbedaan yang nyata. Inggris menjadi sangat maju dibanding Spanyol. Setelah diteliti, ternyata cerita atau dongeng yang berkembang di kedua negara tersebut mempengaruhi perkembangan negara masing-masing. Cerita dan dongeng yang berkembang di Inggris kebanyakan mengandung tema yang mengajak atau merangsang pendengarnya untuk berprestasi, cerita di negara tersebut mempunyai “virus” the need for echievement atau butuh berprestasi yang kemudian disimbolkan dengan”n-Ach”. Sementara cerita yang ada di Spanyol tidak mengandung hal semacam itu, kebanyakan bersifat meninabobokan para pendengarnya (Bimo, 2011:14).

Di masa sekarang ini, tampaknya negara kita mengalami seperti yang pernah terjadi di negara Spanyol yang menjadi sampel penelitian Mc Clelland tersebut. Lihat saja, kemerosotan mental dan karakter bangsa kita tampak jelas tergambar dimana-mana. Tawuran dari anak-anak, antar kelompok masyarakat sampai pejabat menghiasi berita-berita media, korupsi dilakukan secara ‘berjamaah’, bahasa kekerasan menggantikan bahasa kasih sayang, dan sebagainya. Salah satu penyebab dari hal-hal tersebut adalah hilangnya budaya bercerita atau mendongeng di dunia pendidikan kita, baik pendidikan di rumah maupun formal. Untuk itulah, maka diperlukan kerja keras dan upaya semua pihak, sekecil apapun, untuk memperbaiki terpuruknya karakter bangsa. Membudayakan kembali cerita dan dongeng yang positif bagi anak-anak usia dini harus kembali digiatkan.

Beberapa fungsi cerita bagi anak-anak antara lain:

  1. Membangun kontak batin

Membangun kontak batin antara pendidik dan siswa bisa efektif apabila menggunakan media cerita. Jika ada kontak batin, maka guru akan memperoleh dampak positif, antara lain; guru mendapat perhatian dari siswa, guru lebih disayang siswa, guru dipercayai dan diteladani siswanya.

  • Media penyampaian pesan

Pesan moral positif akan mudah diterima siswa jika disisipkan lewat media cerita, karena sifat dari cerita itu adalah menasehati tanpa menggurui.

  • Mengasah imajinasi

Ketika cerita disampaikan guru di depan kelas, siswa-siswa tidak sebatas mendengarkan saja, tetapi sebenarnya alam pikiran mereka mengembara ke dunia imajinasi, berfantasi. Jangan remehkan imajinasi, karena banyak kemajuan peradaban manusia timbul dari imajinasi. Dulu manusia hanya bisa berimajinasi bisa terbang, sekarang hal tersebut bukan lagi mustahil.

  • Membantu proses identifikasi diri atau perbuatan

Melalui cerita, anak-anak akan mudah memahami sifat-sifat mana yang baik dan mana yang buruk sehingga diharapkan mereka akan meneladani karakter-karakter yang positif pada cerita yang disampaikan guru.

  • Menambah ilmu pengetahuan

Cerita-cerita tidak hanya memuat norma saja tetapi juga ilmu pengetahuan, walaupun pengetahuan sederhana. Misalnya, kisah anak yang mandiri, yang mampu menggosok gigi sendiri. Dalam kisah itu bisa disampaikan pengetahuan atau teknik tentang bagaimana menyikat gigi yang benar.

  • Menambah kosa kata baru

Karena bercerita adalah teknik menyampaikan kisah dengan tutur kata, maka otomatis anak-anak kadang mendengarkan kata-kata yang mungkin sebelumnya belum pernah diketahui. Sehingga kosa kata baru dari cerita yang disampaikan guru tersebut menambah perbendaharaan kata bagi siswa.

  • Menggiring anak mencintai buku sejak dini

Kegiatan bercerita bisa dengan banyak media, salah satunya dengan buku cerita. Penggunaan buku cerita bisa merangsang anak untuk berkeinginan bisa cepat membaca. Seringnya “penampakan” buku di hadapan siswa, menjadikan siswa akrab dengan buku. Guru yang dekat dengan buku menjadikan teladan bagi siswanya untuk giat membaca.

  • Menjadi hiburan

Kegiatan bercerita di kelas harus menjadi wahana yang menghibur hati siswa,menjadi relaksasi batiniah untuk anak-anak. Maka cerita yang ditampilkan sebisa mungkin berakhir bahagia bukan dipilih cerita-cerita yang tragis.

  1. Mendidik karakter

Ketika ajaran-ajaran budi pekerti luhur (berdasarkan agama dan norma budaya atau kearifan lokal) selalu didapat siswa melalui cerita, maka lambat laun akan membentuk kepribadian siswa yang luhur pula. Dari sinilah akan tumbuh manusia-manusia yang utuh sehat raga dan jiwanya.

Banyaknya manfaat bercerita bagi anak-anak usia dini, hendaknya menjadikan semangat kita, para pendidik dan orangtua untuk tidak ragu-ragu lagi menggunakan media bercerita sebagai media pembelajaran yang efektif. Ketika semangat dan niat ada, pendidik tinggal mengasah teknik bercerita agar lebih menarik dan disukai anak-anak.

Begitu banyak manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan mendongeng bagi anak-anak usia dini seharusnya menjadikan kegiatan ini wajib dilakukan bagi setiap pendidik. Disamping banyak manfaatnya, bercerita adalah kegiatan yang murah tetapi menyenangkan.

Untuk dapat menguasai teknik becerita secara baik memang butuh latihan terus menerus dan jam terbang yang cukup. Tidak ada rumus singkat atau ramuan tertentu agar seseorang mahir bercerita. Hanya dengan niat baik, terus berlatih, dan tak lupa selalu bertanya kepada rekan lainnya yang dianggap mampu, akan menjadikan seseorang matang dalam mendongeng atau bercerita. Setiap pendongeng memiliki gaya mendongeng atau bercerita sendiri-sendiri, jadi percayalah pada diri sendiri bahwa kita mampu melakukannya dengan potensi yang kita miliki.

Belajar mendongeng bagi pendidik bukan untuk tujuan menjadi pendongeng profesional, tetapi salah satu wujud tanggung jawab dan amal baik seorang pendidik dalam mendukung pendidikan karakter generasi penerus bangsa ini, agar kelak menjadi generasi yang utuh. (*PLS_)

Referensi:

Yudha, Andi. 2007. Cara Pintar Mendongeng. Bandung: PT. Mizan Bunaya Kreativa

Antaka, Kempho, 2012. Manfaat dan Teknik Bercerita untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Materi Workshop Mendongeng UPTD PKB Prov. Kaltim. Samarinda UPD PKB Prov. Kaltim

Kak Bimo, 2011. Mahir Mendongeng; Membangun dan Mendidik Karakter Anak Melalui Cerita. Yogyakarta: Pro-U Media. Kak Fitri, 2017. Mendongeng Itu …… Gampang. Samarinda. Kampung Dongeng Etam

RELATED ARTICLES

Most Popular