Tuesday, June 25, 2024
fr_slider

Welcome Jun

0

MENGAJARI ANAK MENJADI PENGUSAHA

Suatu ketika Bu Nita terkejut melihat es mambo buah buatannya untuk konsumsi di rumah tinggal 2 buah, padahal kemarin ruang frezeer di kulkas terisi penuh es mambo. Ia pun bertanya dengan lembut pada anaknya Ahmad yang baru pulang dari bermain apakah ia yang menghabiskan es mambo tersebut. Dengan malu dan sedikit takut Ahmad bertanya “apakah Ibu akan marah jika aku menjual es mambo buah itu pada temanku?”. Bu Nita agak terkejut kemudian tersenyum dan menggeleng. Sambil mengusap kepala Ahmad Bu Nita menjawab ia tidak akan marah.

Kemudian Ahmad bercerita ketika ia membawa es mambo buah buatan ibu ke taman bermain dan membagikan pada beberapa temannya. Salah seorang temannya berkata bahwa es mambo buah itu rasanya enak dan ia ingin membelinya. Kemudian Ahmad berlari pulang untuk mengambil beberapa es mambo buah dengan beberapa varian ada mangga, sirsak, buah naga, dan alpukat. Ia menjual Rp 2000/buah untuk es mambo buahnya. Tak lama beberapa teman yang lain berdatangan dan memesan es mambo buah juga. Terhitung 5 kali Ahmad bolak-balik rumah dan taman bermain untuk mengambil dan menjual es mambo buah. Akhirnya Bu Nita berjanji akan membuat es mambo buah lebih banyak agar sebagian bisa dijual oleh Ahmad.

Cerita di atas adalah gambaran tentang seorang anak yang memiliki jiwa wirausaha dan dapat menangkap peluang usaha dari potensi yang ada. Anak dapat muncul jiwa wirausahanya jika orangtua mendidiknya dan potensi sekitarnya mendukung. Dan tidak menutup kemungkinan anak seperti ini akan mempunyai peluang menjadi pengusaha di kehidupan dewasanya.

Ini adalah sebuah lembaga yang mengajarkan anak-anak mulai usia 5 tahun cara menjadi pemimpin dan cara menjadi pengusaha.

1. Mendidik anak untuk mempunyai target

Menjadi pengusaha selalu diawali dengan sebuah visi. Pancing anak untuk mengemukakan idenya.Temani anak menulis target apa yang ingin mereka capai satu minggu ke depan, kemudian tanyakan bagaimana cara untuk mencapainya. Beri anak motivasi untuk mencapai target tersebut, jika tercapai beri penghargaan.

Seringkali ide yang muncul  tidak berhubungan sama sekali dengan bisnis. Justru ide itu bisa menjadi sesuatu yang unik, dan bisa dikembangkan menjadi sebuah ide bisnis untuk mendukung target berikutnya.

2. Mendidik anak untuk melihat peluang

Pengusaha yang sukses selalu peka melihat peluang. Mengajarkan anak melihat peluang akan membuat mereka terlatih dalam meraih kesempatan dan bertindak untuk mencapainya. Lakukan eksplorasi bersama anak tentang masalah apa yang mereka hadapi. Biarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri terlebih dahulu.

Bisa juga dengan memberi mereka tantangan untuk mereka selesaikan. Latihan ini akan membuat mereka terlatih mengeluarkan ide dan kreatif  dalam melihat situasi dan meraih peluang.

3. Mengajarkan anak berjualan

Jika orangtua mempunyai bisnis, ajak mereka terlibat di dalamnya. Kalau tidak punya, mulailah bisnis baru bersama anak. Yang penting adalah “lakukan”.

Bisnis sederhana yang bisa langsung dimulai misalnya bazar di sekolah, buat stan es buah di depan rumah, berjualan online, membuka garasi sale atau menjual kerajinan tangan hasil karya anak. (*PLS_)

Referensi : https://id.theasianparent.com/10-langkah-mendidik-anak-menjadi-pengusaha

RELATED ARTICLES

Most Popular