Tuesday, June 25, 2024
fr_slider

Welcome Jun

0

MANFAAT DONGENG DAN CERITA UNTUK ANAK – BAGIAN I

Ketika masih kecil kita sering mendengar orangtua atau nenek/kakek  menceritakan sebuah kisah dongeng pada kita terutama ketika akan tidur. Dan  sampai saat ini pun kita masih ingat kisah dan tokoh cerita dongeng itu dengan baik. Sebut saja dongeng tentang Kancil dan Buaya, atau dongeng Malin Kundang Si Anak Durhaka, serta Kisah Bawang Merah dan Bawang Putih. Ketika mendengar tentang kisah-kisah dongeng itu, yang paling dasar adalah bahwa kita bisa membedakan mana sifat baik dan mana sifat buruk.

Dongeng adalah kisah fiksi yang mustahil terjadi di dunia nyata, sangat khayal. Misalnya; kisah terjadinya Tangkuban Perahu (cerita rakyat), kisah binatang yang bisa bicara contohnya “Kancil Mencuri Ketimun” (fabel), kisah manusia bisa terbang, kisah tentang peri, dan lain-lain. Berbeda dengan cerita menurut kamus bahasa Indonesia; cerita adalah tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa atau karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau kejadian baik yang sungguh-sungguh terjadi maupun yang hanya rekaan belaka. Misalnya, kisah tentang seorang anak sekolah yang tidak naik kelas karena suka bolos sekolah, kisah seorang anak yang sakit gigi karena malas gosok gigi, dan lain sebagainya. Walaupun mungkin kisah-kisah tersebut tidak dari pengalaman nyata seseorang atau hanya karangan semata, tetapi kisahnya masih mungkin terjadi.

Bercerita sebagai metode untuk mendidik sebenarnya sudah lama ada dan dipraktekkan. Jika kita perhatikan, dalam kitab-kitab suci agama pun Tuhan menggunakan kisah-kisah untuk membimbing umat manusia. Indonesia sebenarnya juga kaya dengan budaya bercerita atau mendongeng. Kisah-kisah dari cerita rakyat sangatlah banyak, bahkan buku-buku cerita karangan anak negeri juga tidak sedikit.

Seorang peneliti bernama David Mc Clelland pernah membandingkan dua negara besar, yaitu Inggris dan Spanyol pada abad ke-16. Kedua negara tersebut mengalami perubahan dan perbedaan yang nyata. Inggris menjadi sangat maju dibanding Spanyol. Setelah diteliti, ternyata cerita atau dongeng yang berkembang di kedua negara tersebut mempengaruhi perkembangan negara masing-masing. Cerita dan dongeng yang berkembang di Inggris kebanyakan mengandung tema yang mengajak atau merangsang pendengarnya untuk berprestasi, cerita di negara tersebut mempunyai “virus” the need for echievement atau butuh berprestasi yang kemudian disimbolkan dengan”n-Ach”. Sementara cerita yang ada di Spanyol tidak mengandung hal semacam itu, kebanyakan bersifat meninabobokan para pendengarnya (Bimo, 2011:14). Di masa sekarang ini, tampaknya negara kita mengalami seperti yang pernah terjadi di negara Spanyol yang menjadi sampel penelitian Mc Clelland tersebut. Lihat saja, kemerosotan mental dan karakter bangsa kita tampak jelas tergambar dimana-mana. Tawuran dari anak-anak, antar kelompok masyarakat sampai pejabat menghiasi berita-berita media, korupsi dilakukan secara ‘berjamaah’, bahasa kekerasan menggantikan bahasa kasih sayang, dan sebagainya. Salah satu penyebab dari hal-hal tersebut adalah hilangnya budaya bercerita atau mendongeng di dunia pendidikan kita, baik pendidikan di rumah maupun formal. Untuk itulah, maka diperlukan kerja keras dan upaya semua pihak, sekecil apapun, untuk memperbaiki terpuruknya karakter bangsa. Membudayakan kembali cerita dan dongeng yang positif bagi anak-anak usia dini harus kembali digiatkan. (*PLS_)

RELATED ARTICLES

Most Popular