Tuesday, March 28, 2023

MONITORING DAN EVALUASI TUTOR BANTU PENDIDIKAN NONFORMAL DI SKB BONTANG

Bontang, Kalimantan Timur – Kepala BP PAUD dan DIKMAS Kalimantan Timur, Akhmad Romansyah, S.Pd., M.AP., didampingi oleh Kasubbag Umum Drs. Gatot Sari Irianto, M.Pd., pada tanggal 27 November 2019 berkunjung ke SKB Bontang, Jalan H.M. Ardans Bontang Selatan, dalam rangka monitoring dan evaluasi tutor bantu dan penyaluran Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk lembaga SKB, disambut hangat oleh plt. Kepala SKB Bontang, Andi Parenrengi, beserta staf dan pendidik/tutor. Pada kegiatan tersebut Akhmad Romansyah menuturkan kepada staf dan tutor SKB Bontang, “Kehadiran SKB sangat diperlukan karena memberikan ruang kepada masyarakat untuk dapat belajar. Jadi itu penting dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan kesempatan untuk masyarakat agar dapat mengakses kegiatan belajar dan mengetahui pusat-pusat pembelajaran,”. Beliau menambahkan bahwa SKB merupakan sarana dimana masyarakat sendirilah yang selanjutnya memiliki wewenang untuk mengembangkannya. Karena itulah pendekatan dalam program SKB

adalah yang dapat memajukan masyarakat, dapat membantu dan menyentuh langsung masyarakat tanpa harus membebani masyarakat. Akhmad Romansyah berharap dengan adanya SKB Bontang dapat menjadi pijakan dan titik permulaan bagi semua komponen pembangunan untuk memberdayakan potensi yang ada di dalam masyarakat. ”Agar SKB bisa maju ada konteks-konteks tersendiri yang diberikan untuk mewujudkan semua itu. Seperti menggali, menumbuhkan, mengembangkan, dan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di masyarakat itu sendiri. Dalam arti memberdayakan seluruh potensi dan fasilitas pendidikan yang ada dan memberdayakan masyarakat agar mampu mandiri,” sebutnya. Beliau menjelaskan bahwa tujuan dari SKB adalah untuk memberikan kesempatan belajar kepada seluruh lapisan masyarakat. Dengan harapan agar mereka mampu membangun dirinya secara mandiri sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya. ”Dengan keberadaan SKB tersebut bisa menghidup suburkan kembali kegiatan belajar mengajar di masyarakat khususnya di daerah pelosok,” tegasnya. Dijelaskan oleh plt. Kepala SKB Bontang, Andi Parenrengi, SKB Bontang berdiri pada tahun 2015 yang berawal dari fakta yaitu masih tingginya masyarakat yang tinggal di pelosok daerah merupakan kalangan kurang mampu, buta aksara, serta putus sekolah. Saat ini peserta didik SKB Bontang berjumlah 167 orang. ”Biaya operasional pendidikan diperoleh dari bantuan Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas dan pemerintah daerah, bantuan lainnya yang diberikan oleh Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah DAK fisik dan nonfisik untuk mendukung penyelenggaraan program serta memfasilitasi pelaksanaan kegiatan pendidikan di SKB Bontang. “Sangat senang mendapatkan dukungan dari BP PAUD dan Dikmas Kaltim selaku penghubung dengan pemerintah pusat, hal ini semata-mata dilakukan untuk peningkatan pengetahuan dan kualitas layanan bagi peserta didik di SKB Bontang lebih baik dan sesuai kebutuhan,” ucapnya. Ada pun standar ideal yang harus dipahami dalam pengembangan program SKB. Misalnya jika kualitas sumber daya manusia yang diharapkan baik, maka tutor yang mengajar harus baik pula. Drs. Gatot Sari Irianto, M.Pd., Kasubbag Umum BP PAUD dan Dikmas Kaltim menyatakan bahwa agar SKB bisa lebih maju, para pengelola harus memiliki kemampuan untuk menjalin kerjasama dengan pihak tertentu. “Selanjutnya, kualitas sumber belajar, ini yang sangat penting. Lalu fasilitasnya, fasilitas dan tutornya harus berkualitas, memiliki standar kualifikasi serta kompetensi yang ideal agar dapat mewujudkan SKB lebih berkembang dan maju. Maka dari itu, Ditjen PAUD dan Dikmas melalui BP PAUD dan Dikmas Kaltim menyelenggarakan program Bantuan Pendidik/Tutor Bantu Bagi SKB untuk memenuhi kekurangan akan kebutuhan Pendidik/Tutor pada program pembelajaran yang diselenggarakan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), pada tahun 2019 ini SKB Bontang mendapatkan tutor bantu sebanyak 3 orang. Hal ini dilakukan sebagai wujud fasilitasi kegiatan belajar mengajar yang berkualitas,” katanya.

RELATED ARTICLES

Most Popular